Gerhana Bulan Merah Darah dan Mitosnya

Kabar tersiar bahwa pada hari Sabtu, 4 April 2015 akan terjadi gerhana bulan merah darah (blood moon), ini termasuk salah satu fenomena unik yang jarang kita temui, mungkin karena keunikan tersebut sehingga membangkitkan adanya fenomena gerhana bulan merah darah dan mitosnya berkembang se antero dunia, sejatinya gerhana itu terjadi karena posisi bulan berada pada garis lurus dengan matahari sehingga sinar matahari yang mengenai bulan tertutup oleh bayangan bumi, fenomena ini bisa diamati dengan mata telanjang dan sama sekali tidak berbahaya, tentu langit harus dalam keadaan cerah, karena hal itu menjadi syarat mutlak untuk melihat rembulan.

Macam macam gerhana bulan diantaranya adalah gerhana bulan total dimana semua sisi rembulan dibayangi oleh bayangan inti bumi, fenomena ini bisa mencapai 1 jam 47 menit. Gerhana sebagian jika hanya sebagian bulan saja yang masuk ke daerah umbra Bumi, Gerhana bulan penumbral total Pada gerhana bulan jenis ini, bulan masuk ke dalam penumbra. Tetapi tidak ada bagian Bulan yang masuk ke umbra atau tidak tertutupi oleh penumbra. Pada kasus seperti ini, gerhana bulannya kita namakan gerhana bulan penumbral total. Gerhana Bulan Penumbral Sebagian Dan gerhana bulan jenis terakhir ini, jika hanya sebagian saja dari Bulan yang memasuki penumbra, maka gerhana bulan tersebut dinamakan gerhana bulan penumbral sebagian.

Gerhana sebagian

Gerhana Total
Gerhana bulan penumbral total


Karena gerhana ini terjadi sebagai fenomena alam, maka sudah barang tentu sejak dahulu kala juga pernah terjadi, artinya bukan disebabkan ada fenomena sosial menyimpang atau angkara murka yang menyebabkan rembulan tertutup oleh penumbral bumi. Tidak seperti pada saat saya kecil yang ‘dipaksa’ meyakini bahwa gerhana adalah peristiwa rembulan dimakan oleh buto kala dan untuk mengembalikan rembulan yang dimakan tersebut rame rame diperintah memukul lumpang agar buto kala mengeluarkannya kembali hohohoho..., 

Ada juga yang mempercayai bahwa saat itu Yesus turun ke Bumi, berbeda pula dengan kepercayaan suku India yang mempercayainya gerhana disebabkan oleh adanya naga, dibelahan Amerika ada kepercayaan bahwa gerhana adalah tanda dari Tuhan dan mitos mitos lain yang berkembang diseluruh jagad raya ini. Entahlah apakah sampai saat ini masih ada kepercayaan yang demikian.

Sebagai hamba Allah yang mengimani bahwa seluruh kejadian Alam adalah atas kuasa-Nya termasuk dijadikannya matahari dan rembulan bahwa semua itu adalah bukti (ayat) kekuasan dan kemaha perkasaan Allah.

وَمِنْ آَيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.” (QS. Fushilat: 41)

Kepercayaan jahiliyah pada saat wafatnya Putra Rasulullah saw yang bernama Ibrahim bertepatan dengan terjadinya gerhana, mereka orang orang jahiliyyah mempercayai bahwa gerhana terjadi karena mengiring kematian putra Rasul saw, kepercayaan tersebut adalah tidak benar sebagaimana sabda Rasul saw;
 
إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ
”Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang.” (HR. Bukhari no. 1060 dan Muslim no. 904).

Dari sini dapat kita pahami secara jelas bahwa, gerhana rembulan merah darah dan mitosnya adalah tidak benar, sama halnya dengan membandingkan, setiap pagi ayam berkokok, tetapi kita tentu meyakini bahwa pagi bukanlah disebabkan ayam berkokok..


Site MeterTopBlogIndonesia.comping fast  my blog, website, or RSS feed for Freeblog search directory