Apr 20, 2014

Metodologi Tasawuf Baru, Mungkinkah?

Untuk mencapai kedekatan dengan Tuhan dibutuhkan metode formula tertentu meskipun dengan formula apapun sah dan dibolehkan dan terbuka luas untuk berbagai cara. Cara dan metode tersebut dibukukan dalam kerangka memberikan arahan dan panduan yang dikodifikasikan dalam bentuk disiplin ilmu yang disebut dengan ilmu tasawuf.

Tasawuf adalah jembatan manusia untuk mendekati tuhannya, mungkin ada yang mengatakan bahwa ini bukanlah ilmu tuhan karena diciptakan dan dikreasikan berdasarkan kerangka pikiran manusia namun bukan berarti mempelajarinya adalah bid’ah atau ada akan tetapi hal ini dimaksudkan agar orang orang yang ingin mengikuti jalan dan cara bertasawwuf kepada atau mendekatkan diri kepada Allah adalah bagian dari cara emereka untuk mendapatkan

Dalam kerangkan perkembangan ilmu pengetahuan tidak menutup kemungkinan akan muncul konsep metodologi dalam tasawwuf, meskipun konsep baru tersebut turunan dari konsep lama, karena memang pada dasarnya ilmu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman dan tempat. Faktor lain yang ‘diduga’ dapat menimbulkan perkembangan ilmu tasawwuf baru adalah kita tahu bahwa pada permulaannya ilmu tasawwuf adalah hasil dari refleksi mendalam yang tinggi dari para saliknya. Tingkat subyektifitas itulah yang memungkinkan adanya konsep baru dalam tasawuf menjadi tumbuh

Ushul Fiqh Menjadi Pelentur Fiqh yang Menyeramkan


Ushul fiqh bukanlah fiqh, tapi antara ushul fiqh dan fiqh mempunyai kaitan erat yang tak mungkin dipisahkan. Sederhananya, ushul fiqh adalah metodologi istinbath yang mampu meramu Nash menjadi produk jadi yang bernama fiqh. Untuk memberi gambaran Antara ushul fiqh dan fiqh barangkali dapat diilustraikan seperti meracik sayur sop dari bahan sayur yang sudah ditentukan agar menjadi hidangan lezat yang tidak membahayakan. Nah, meraciknya adalah ushul fiqh sedangkan produk olahannya disebut fiqh, sedangkan bahannya adalah nash suci Al Qur’an dan Hadits.

Memahami Al Qur’an dan Hadits dibutuhkan penguasaan berbagai disiplin keilmuan secara matang, mengingat ‘hitam-putihya’ produk fiqh ada di tangan sang pengambil dalil yang disebut dengan mujtahid. Mujtahid seperti yang syaratkan seperti pendapat Imam Syafi’i bahwa hafal al-Quran dengan tafsirnya, sebab turunnya (asbabun nuzul), muhkam dan mutasyabihat harus ditambah lagi hafal hadits sahih minimal 1000 hadits beserta sanadnya, menguasai bahasa Arab dengan segala pranata pendukungnya; nahwu, shorof, ilmu badi’, ma’ani dan masih banyak lagi, di era saat ini mencari orang yang memenuhi syarat tersebut tentu sangatlah sulit –untuk tidak mengatakan mustahil—oleh karenanya dalam perkembangan ilmu ushul ada tawaran wacana ijtihad jama’iy, yakni mengumpulkan banyak orang yang benar benar menguasai ilmu dibidangnya dalam kerangka memenuhi syarat mujtahid fardi di atas untuk berembug dalam pengambil keputusan. Meskipun metode ini masih dalam tahap wacana yang entah sampai kapan tawaran solutif tersebut di implementasikan.

Namun harus diakui dalam pengambilan hukum, NU dengan metode Bahtsul Masa’ilnya adalah sebuah terobosan baru di dunia ‘ijtihad’ yang belum dimiliki organisasi lain. Keunikan dari Bahtsul Masa’il adalah sistem pengambilan hukum masih terpaku pada teks khazanah klasik karya para ulama’ terdahulu yang sudah mempunyai kapabilitas mendekati syarat seorang mujtahid. Mungkin hal ini adalah sebagai bentuk ihtiyath dan sebagai perpanjangan pendapat dari ulama’-ulama’ sebelumnya.

Walaupun kegiatan luhur menjaga (al-Muhafadhot) keilmuan masa lalu selalu mengundang tanya, sampai kapan teks hasil karya ulama’-ulama’ tersebut mampu bertahan? Bukankah problem hukum akan terus berubah-ubah berdasarkan tuntutan zamannya. Namun, untuk mewaspadai kelangkaan teks tersebut rupanya tawaran bahtsul masa’il manhaji munas NU di Lampung akan menjadi tawaran solutif dalam memacah kebuntuan di bidang fiqh jika suatu saat stadiumnya sudah ‘emergency’. Jika benar bahwa nantinya akan dipakai sebagai metode pengambilan hukum --ala NU- maka munas lampung adalah munas yang paling bersejaran dalam dunia per-fiqh-an, sekali lagi ala NU 

Jadi, kita dapat memberikan kesimpulan sementara bahwa wajah fiqh yang menyeramkan dengan halal dan haram masih bisa ‘lentur’, dengan kata lain Ushul Fiqh menjadi pelentur fiqh yang menyeramkan dengan konsep ushuliyyah sebagai metodologinya dan maqoshidussyar’iyyah sebagai prinsip dasarnya. Dengan ushul fiqh, Nashus bukan teks mati (jumud) tetapi menjadi teks hidup yang kekal sepanjang zaman.

Apr 15, 2014

Ceramah Singkat

Admin Blog ini membuka ruang iklan untuk usaha sobat semua bila dibutuhkan kami siapkan space khusus untuk menayangkan iklan dengan biaya per-bulan, dengan bayar pulsa. Sebelum pembayaran silahkan hubungi kami terlebih dahulu

Perlu anda ketahui bahwa Blog ini minimal dikunjungi kurang lebih 10.000 visitor. Dengan kunjungan tersebut jikakita menggunakan perhitungan 5% saja dari pengunjung tersebut tertarik, maka kepada 500 visitor usaha anda akan terkunjungi.

Belum lagi blog ini terintegrasi dengan twitter dan facebook admin plus FP yang memang baru beranjak puluhan Likers,

Bila tertarik silahkan kirim email ke admin blog ini.

KONTAK KAMI
Email: ceramahsingkat@gmail.com
SMS Only: 0882-1065-7452
atau bisa juga melalui mention di twitter dan facebook yang kami kelola

Apr 10, 2014

Setelah Koalisi....

Tapak kaki sang petualang telah kembali ke gudang
Nampak terang dalam otaknya seperti kelelahan
Ada yang senyum menyerigah karena menang
Ada yang merintih pilu bercucur air mata kesedihan

Direkam semua jejaknya
Dihitung semua angkanya
Dilirik hendak berteman atau melawan
Setelah jadi lawan
Esok menjadi teman

Kumpulan teman campur lawan
Juga hendak membuat sebuah kekuatan
Kekuatan untuk mengalahkan lawan
Saling melawan, saling menang

Kau yang ku cinta hendak dipinang
Entah mau dibalut sutera atai di ukir noda
Setelah koalisi diapakan dirimu
Negeri tercinta bersabarlah...
Bersabarlah menunggu perlakuannya
Tuhan pemilik segalanya

Apr 4, 2014

Jadi Nabi Palsu Aja #plakk

Rupanya opini nabi palsu ingin tampil juga disela-sela gencarnya berita tentang perhelatan politik menuju kursi legisatif dan ekskutif, opini nabi palsu bak iklan yang mengajak berhenti sejenak untuk menikmati lucunya sang pengaku nabi palsu. Hari gini.., masyarakat sudah secerdas sekarang masih saja ada yang mengaku menjadi Nabi. haha....

Ini hanya humor belaka, tak usah ditanggapi serius ya, sebut saja ada dua orang yang satu pejabat tinggi yang satu rakyat jelata, keduanya sama sama mengetahui profil dan kehebatannya

Pejabat: "Kang, saya butuh orang untuk meduduki jabatan penting di daerah ini"
Kang : "jabatan itu, kok kelihatannya menarik sekali..."

Pejabat: "Aku butuh camat yang bisa membangun daerah ini menjadi daerah maju"
Kang : "nggak mau...!!!" Pejabat tersebut kaget bukan kepalang
Kang: "masak aku sehebat ini cuma jadi camat, aku habis baca buku segudang kok..!"

Pejabat: "lho.. terus mau jadi apa?.., masak mau jadi bupati, Kang".
Kang: "jangan jadi bupati atau menteri, jadi presiden saja saya tidak mau..?

Pejabat tersebut kaget bukan kepalang

Pejabat:" lalu..! mau jadi apa kang?"
Kang: "Aku mau jadi Nabi aja" #plakkkk tamparan mendarat di pundaknya,
Pejabat:" Jadi NABI PALSU aja, Syahadatlah kang..."
 
Unduh dari newwpthemes | Editor by Pusat Khutbah -