The Therminology of Human

Al Insan adalah terminologi yang dapakai oleh al quran untuk menggambarkan manusia sebagai makhlog secara psikologis, meskipun juga banyak sekali yang menggunakan kata unas atau an-nas yang bermakna manusia sebagai makhluk sosial. Karena pada dasarnya terkadang prilaku sosial berbeda dengan prilaku individual. Seorang individu yang pendiam terkadang dalam kanca sosial menjadi beringas.

Manusia pada dasarnya lebih mengenal keburukan dari pada kaebaikan, karena itu didalam surat As Syams: 8

فألهمها فجورها وتقواها (الشمس: 8)
Dan akan mengilhamkan kepda jiwa perbuatan dosa dan taqwanya,

Di dahulukannya Fujur adalah memberikan tendensi makna keburukan lebih cepat terdeteksi oleh fithrah manusia ketimbang kebaikannya. Manusia untuk berbuat jahat terasa sangat berat melawan hati nuraninya laha ma

لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ -٢٨٦-
“…..Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. …..”
Kasabat dan iktasabat makna kata dasarnya sama, tetapi iktasabat mengandung arti yang susah untuk mengerjakan berbeda dengan kasabat yang mengandung arti mudah. atau baca dulu substansi waktu

Sedangkan mmanusia secara biologis biasanya al Qur’an menggunakannya dengan kata Basyar

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً -١١٠-

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa.” Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhan-nya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhan-nya.”
Site MeterTopBlogIndonesia.comping fast  my blog, website, or RSS feed for Freeblog search directory